Saturday, February 03, 2007

Komodifikasi Cinta


Di era materialistis dan sangat kapitalistik ini, cobalah engkau ajak beberapa orang untuk berteriak di depan pasar menyampaikan keinginan kalian yang sama, maka tidak akan engkau harus menunggu lama pelbagai fasilitas-berorientasi ekonomis tentunya-akan disediakan untuk memehuni keinginan engkau dan kawan-kawanmu.

Dan jangan lagi engkau bertanya tentang batas-batas "previllege", sisi sakral kemanusiaanmu yang tidak boleh diperjual belikan, karena engkau akan ditertawakan, syukur-syukur kalau tidak hinakan.

Cantik, tampan, ketulusan, kehormatan, baik-budi, harga diri, tangis, tawa adalah komoditi industri yang tidak aneh dan memang laris untuk diperdagangkan, termasuk salah satu sisi emosi kita yang sejatinya agung ; cinta.

Engkau masih belum percaya?

Baiklah,besok saat engkau terjaga dari tidurmu di pagi hari dan kalender menujukkan tanggal 14 Februari, kalau engkau punya "orang dekat" yang mengasihimu mungkin mereka akan memberimu sepotong coklat, bunga, atau apalah,plus bonus sebuah kecupan sembari ucapan lirih "Say,selamat hari kasih sayang".

Atau kalau engkau bernasib sama seperti aku-anggota IJO LUMUT ( Ikatan Jomblo Lucu dan Imut )- tetapi berprinsip tidak (akan pernah) ingin pacaran atau membuat "ikatan melankolik" dengan lawan jenismu dengan dalih apapun ( koordinasi program dakwah, syuro,kopdar dan semacamnya) sebelum nikah, maka cobalah engkau buka jendela kamar tidurmu dan lihatlah ada apa di luar sana.

Jangan heran jika kemudian engkau melihat berduyun-duyun pasangan berkulit sawo matang,tapi berambut ( hasil kamuflase warna ) pirang-korban gegar budaya-saling memadu kasih mengatasnamakan momentum "hari kasih sayang".

Dan sekali lagi cukong-cukong pasar itu akan berjingkrak kegirangan menyambutnya dengan pelbagai aksesoris bernuansa cinta, dari barang yang "netral" semisal bunga, coklat, kalung, cincin dan sebangsanya sampai sesuatu yang membuat kita tidak henti-hentinya mengaruk-garuk kepala dan mengelus dada.

Apa hubungannya coba antara hari kasih sayang dengan "karet pengaman" berwarna pink yang diklaim mengokokohkan cinta dua insan manusia yang secara samar menyodorkannya pada muda-mudi kita?

Duh, mungkin kita akan dianggap terlalu naif untuk mempertanyakan hubungan "kasualitas-aksiomatik" antara cinta dan "silaturahmi kelamin" ( pra nikah )?
Keberanian ? bukti cinta? atau kedunguan berjamaah?

Sudahlah, lebih baik tanggal 14 februari esok dengan ditemani singkong rebus dan segelas air putih, kita menyimak seorang ustadz berkisah bukan tentang cerita pendeta valentino - yang menjadikan tanggal itu disebut dengan namanya- tetapi kisah tentang keagungan dan kesucian cinta Yusuf alahissalam dan Zulaikha.......

Kota Cinta, 3 Februari 2007

11 Comments:

At 10:38 PM, Blogger rini as said...

Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarrakatuh...
salam kenal. memang miris ya ngeliat saudara/i kita keaaikan ikut2 merayakan hari khusus agama lain, termasuk valentine....

 
At 6:17 PM, Blogger :: N :: said...

Valentine besok? jadi inget. gara2 aku ga nerima ucapan valentine dari seorang temen, dia malah marah. ditanya kenapa?

 
At 1:34 AM, Blogger Muhammad Ilham said...

:D
Kitanya maybe yg ngaku aktivis muslim yang harus 'KREATIF' nyari alternatif lain biar para pemuda-pemudi ISLAM bisa ninggalin tuh budaya syirik. So, kita harus kerja keras :)

Salam,
Muhammad Ilham

 
At 5:22 AM, Anonymous Anonymous said...

informasi terbaru, ternyata nggak ada bukti otentik bahwa istri al-aziz di surah yusuf itu namanya zulaikha. kalau pun ada informasinya, itu pun dari yahudi dan tdk bs dipegang. lagipula... bukannya kisah cinta istri al-aziz kepada yusuf lebih mengarah kepada perselingkuhan? dia kan istri al-aziz, sudah punya suami?

 
At 5:43 AM, Anonymous Anonymous said...

Ketika membaca literatur-literatur pernikahan saya ckp terkejut
menemukan perumpamaan cinta Yusuf dan Zulaikha sbg cinta yg islami.
Bahkan sampai ada doa ttg pernikahah yg mebawa-bawa nama keduanya.

Setahu saya, Istri al-Aziz yg sering disebut Zulaikha di terjemahan
Depag bbrp tahun lalu, adalah seorang istri penggoda, yg berencana
membawa Nabi Yusuf `alaihissalam ke lembah kemaksiatan. Cinta Zulaikha
kepada Yusuf adalah cinta perselingkuhan, sedangkan saya tidak tahu
menahu ttg cinta Yusuf kepada Zulaikha.

Kalau seperti ini ceritanya, bagaimana mungkin Cinta Yusuf dan
Zulaikha bisa digambarkan sebagai percintaan islami?


.....

Seorang alumnus program doktoral Univ al-Azhar Kairo menuturkan,
tatkala upacara pernikahan seorang mahasiswa Indonesia dilaksanakan,
hadir pula Deputy Grand Syeikh al-Azhar, Prof. Dr. Abdul Ra`uf
Shalabi. Ketika sampai ujung acara dan tiba saatnya berdoa, seorang
mahasiswa Indonesia memimpin doa. Dengan penuh kekhusyuan mahasiswa
itu berdoa dalam bahasa arab. Ketika doa itu sampai pada kalimat:

Allahumma allif baynahuma kama allafta bayna Yusuf wa Zulaikha
(Ya Allah, semoga Engkau merukunkan kedua mempelai ini sebagaimana
Engkau telah merukunkan Yusuf dan Zulaikha),

tiba-tiba ulama al-Azhar itu menyangkalnya.

......

Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 21
dalam at-Tafsir al-Qayyim, tidak menyebutkan nama istri al-Aziz.
"Mereka (para ulama) tidak ada yang menyebutkan nama wanita itu.
Mereka hanya menuturkan SIFAT-SIFATNYA YANG BURUK SEBAGAIMANA AL-QURAN
MENUTURKANNYA". (at-Tafsir al-Qayyim, Dar al-Kutub al-`Ilmiyyah,
Beirut , tanpa tahun, hal.314--huruf besar dari saya--)

Muhammad Rasyid Ridha, dalam Tafsir al-Manar-nya mengatakan bahwa
al-Quran tidak menyebutkan secara jelas nama orang Mesir yang membeli
Yusuf, begitu juga nama istrinya. (Tafsir al-Manar, Maktabah
al-Qahirah, Kairo, 1380 H, xii/272)


.......


Tersebarnya penamaan istri al-Aziz sbg Zulaikha dalam surat Yusuf,
diawali keterangan para ulama yang menukil kisah itu dari kitab-kitab
tafsir klasik. Sayangnya, penilaian atas keshahihan penamaan tersebut
tidak turut tersebar bersama penamaannya itu sendiri. (Sebagian)
masyarakat hanya mengenal, bahkan meyakini bahwa Zulaikha adalah
wanita yang merayu Nabi Yusuf `alayhissalam, dan setelah Nabi Yusuf
`alayhissalam diangkat menjadi pembesar Mesir, Zulaikha dinikahinya.
Mereka hidup seia-sekata, saling mengasihi dan menyayangi. Tak heran,
jika akhirnya tipologi Yusuf-Zulaikha disamakan dengan tipologi
Adam-Hawa, Muhammad-Khadijah, dan Ali-Fatimah.

Lebih lanjut diketahui bahwa kisah Yusuf-Zulaikha muncul melalui lisan
ahli kitab. Ketika surah Yusuf ayat 21 disinggung, mereka menuturkan
detail kisah tersebut menurut versi mereka.

Rasulullah shallallahu `alayhi wa sallam telah mengingatkan dalam
haditsnya,
"Kamu jangan membenarkan penuturan Ahlul-Kitab, jangan pula
mendustakannya. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan apa-apa
(kitab) yang diturunkan kepada kami dan (kitab) apa-apa yang
diturunkan kepadamu." (HR. al-Bukhari)

Di dalam al-Quran, Allah azza wa jalla mengingatkan orang-orang
beriman untuk tabayyun terhadap berita-berita yang dibawa oleh orang
fasik (al-Hujurat:6)

.......

Berdasarkan nukilan dari kitab-kitab tafsir ulama salaf, ternyata yg
menuturkan kisah penamaan istri al-Aziz dengan sanad yg lengkap
hanyalah Imam ath-Thabari, yaitu dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari
Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin as-Sa`ib, dari Abu Shalih, dari Ibnu
`Abbas. Dalam jalur ini, nama istri al-Aziz adalah Ra`il binti Ra`il.
Sedang riwayat yang menyebut nama istri al-Aziz adalah Zulaikha
bersumber dari Syu`aib al-Jaba`i. Kedua sanad itu lemah sekali bahkan
palsu. Penyebab lemahnya riwayat ada pada Muhammad bin as-Sa`ib
al-Kalbi dan Syu`aib al-Jaba`i. Muhammad bin as-Sa`ib al-Kalbi dinilai
sebagai rawi yang matruk (ditinggalkan/dusta) oleh Imam adz-Dzahabi,
Imam Ibnu Hibban dan lainnya. Sedangkan Syu`aib al-Jaba`i dinilai juga
sbg rawi yang matruk oleh Imam adz-Dzahabi dan Imam Ibnu Hajar
al-Asqolani.

......

Alhamdulillah, Depag pada tahun 2006 telah mengeluarkan al-Quran
terjemahan bahasa Indonesia dg menghilangkan kata "Zulaikha" dan
menambahkan footnote bahwa penamaan istri al-Aziz sebagai Zulaikha
tidak dapat dipertanggungjawabkan. Syaamil al-Quran cetakan 2005 yang
saya miliki juga memberikan footnote yg menjelaskan bahwa riwayat
mengenai penamaan istri al-Aziz tdk dapat dipertanggungjawabkan.

.....

Semoga Allah memaafkan kealpaan kita dan menambahkan kepada kita ilmu
yang bermanfaat.

Maraji` :Haji Pengabdi Setan, Pustaka Firdaus, 2006

 
At 1:47 AM, Anonymous alfie said...

Ana sepakat dengan akh muhammad ilham..bagaimana caranya agar kita dapat mengalihkan perhatian meraka pada hal2 seperti itu, dan itu tugas kita...

 
At 10:20 PM, Blogger neli said...

say no to Valentine's day!! bener deh, mending ngerebus singkong aja yuk yak yuuuuuukk..

 
At 3:26 PM, Anonymous afin said...

valentine? seharusnya kali ini kita lebih banyak menyatakannya pada sesama palagi musim banjir kayak gini? SEbuah karet warna pink doesnt mean anything. Its kinda crazy thing, made by gokil human being hehehehe

 
At 2:08 AM, Anonymous passya said...

@muhammad ilham
dulu para wali gimana ya menyelaraskan islam dengan budaya hindu budha yang kental di indo??
pasti udah pada lupa...soalnya semua berorientasi ke Timur..eh, Barat Tengah ding....

 
At 5:56 PM, Blogger pyuriko said...

Saya bukan org yg merayakan V'Day, tp kmrn malah dpt ucapan dan 2 bungkus coklat... :D

 
At 4:03 PM, Anonymous Anonymous said...

The writer of clickawan.blogspot.com has written a superior article. I got your point and there is nothing to argue about. It is like the following universal truth that you can not disagree with: Most people are happy in life because they know that they are going to die some day. I will be back.

 

Post a Comment

<< Home